Senin 30 Dec 2013, 17:38 WIB
- detikNews
(rmd/bpn)
Jakarta - Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI telah menggunakan sistem berbasis teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan. Menurut Kepala BPN Hendarman Supandji hal tersebut dapat menghindari sengketa yang kerap terjadi.
"BPN RI telah terapkan aplikasi satelit yang bernama Geo-KKP (Komputerisasi Kantor Pertanahan). Dengan ini tanah yang sudah bersertifikat dapat terlihat, sehingga menghindari adanya sertifikat ganda," ujar Hendarman saat jumpa pers 'Pelaksanaan Program Strategis BPN 2013' di kantornya, Jl Sisingamangaraja No 2, Jakarta Selatan, Senin (30/12/2013).
Menurutnya, seringkali sengketa diawali dari adanya sertifikat ganda. Namun memang belum semua tanah bersertifikat telah terintegrasi dalam aplikasi ini.
"Sampai akhir 2013 telah terdaftar 37.376.610 Buku Tanah atau 51,36% sudah online di seluruh Indonesia," imbuhnya.
Pada tahun 2013 BPN RI melaksanakan Peta Tematik Data Sosial Ekonomi berbasis bidang sebanyak 495.000 Ha, Peta Zona Nilai Tanah dan Kawasan sebanyak 3.763.709 Ha, Peta Survei Potensi Tanah sebanyak 1.300.000 Ha. Untuk pembaruan data Peta Zona Nilai Tanah seluas 19.200 Ha, serta 14.994.622 Ha dari 15.014.622 Ha (99,8%) Peta Tematik Pertanahan telah diperbarui.
"Untuk tanah terlantar sepanjang 2013 berhasil didata 68.953.2097 hektare dari 18 provinsi. Letaknya tidak bisa saya jelaskan karena takut dicaplok orang," tutur Hendarman.
Sementara itu penyelesaian sengketa pada Desember 2012 sebanyak 4.291 dari 7.196 kasus, sehingga sisa 2.905 kasus. Pada 2013 ditambahkan 1.881 kasus baru sehingga total menjadi 4.652 kasus, sebanyak 2.771 kasus telah selesai.
"Sehingga per 30 Desember 2013 tersisa 1.927 kasus," pungkasnya.
Copyright @ 2015 detikcom
All right reserved
Tidak ada komentar:
Posting Komentar